<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2000">
<titleInfo>
<title>kuat tekuk kombinasi sambungan pada kayu bangkirai (Shorea laevis Ridl.) untuk konstruksi lunas kapal</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Ir. A. Basuki Widodo, M.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nur Yanu Nugroho, ST., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Danang Angga Prastyo Hartono</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii, 62 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Mengingat semakin terbatasnya sumberdaya kayu, maka dalam proses pembangunan kapal diperlukan efisiensi. Sambungan yang digunakan pada lunas harus mampu menahan beban muatan kapal. Penggunaan kayu bangkirai merupakan salah satu alternatif material untuk pembuatan konstruksi lunas kapal. Alasan menggunakan jenis kayu tersebut karena termasuk pada kelas awet I - II ( III ) dari segi tingkat keawetan sedangkan daya tahan terhadap rayap kering termasuk kelas III. Optimalisasi kekuatan lentur dari sistem kombinasi sambungan antara butt Joint dengan lap Joint pada kayu bangkirai untuk konstruksi berdasarkan standar ASTM D143. Nilai MOE Rata-rata yang paling tinggi yaitu 59.166,15 kg/cm² pntuk spesimen yang mengalami perlakuan perekatan dan pembautan. Sedangkan untuk spesimen dengan kode mempunyai nilai MOE yang paling kecil yaitu 20.480,21 kg/cm². Nilai MOR Rata-rata terendah adalah 184,70 kg/cm² untuk spesimen dengan perlakuan pembautan. Sedangkan untuk spesimen dengan perlakuan perekatan dan kombinasi  memiliki nilai yang hampir sama tapi spesimen dengen perekatan mempunyai lebih tinggi nilai MOR yaitu 497,79 kg/cm². Untuk nilai defleksi tertinggi adalah spesimen perekatan pada sample ketiga, regangan terjadi pada pembebanan di interval 300 kgf dengan nilai defleksi sebesar 1,081 cm. Defleksi terendah terjadi pada spesimen pembautan dimana perlakuan spesimen hanya pembautan saja tidak diberikan pengeleman yaitu  pada sample kedua dengan defleksi minumum 6,70 mm pada 75 kgf. Resin Epoxy memberikan keteguhan dan kelenturan tambahan pada sambungan kombinasi dari kayu bangkirai.</note>
<subject authority=""><topic>defleksi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>MOR</topic></subject>
<subject authority=""><topic>MOE</topic></subject>
<subject authority=""><topic>kombinasi sambungan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>bangkirai</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>621.17.11 Dan k</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200162017</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>621.17.11 Dan k</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2000</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-07 09:54:18</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-04-10 11:06:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>